Ciamis Economic Forum 2024


Ciamis Economic Forum 2024

Penulis : Irfan Soleh


Sudah sejak lama penulis menginginkan ada sebuah forum yang memikirkan apa permasalahan ekonomi Ciamis sekaligus juga bagaimana solusi untuk mengatasinya, keinginan tersebut terjawab siang ini dengan acara Ciamis Economic Forum 2024 yang diselenggarakan oleh Forum Ketahanan Bangsa dan DPDِ AMPI Ciamis. Forum yang dihadiri oleh pihak pemerintah, OJK, Bank Indonesia, Kadin, Akademisi dan para pengusaha Ciamis dari berbagai sektor dan dari berbagai level dari skala mikro, menengah hingga besar. forum ini berhasil mempertemukan ide dan gagasan dari berbagai pihak. apa ide yang penulis paparkan? apa yang dibahas di forum tersebut?

Penulis datang agak terlambat namun berhasil mencatat pemaparan data-data mengenai Ciamis diantaranya adalah Bonus Demografi Ciamis menunjukan angka usia produktif di angka 63, 83 % namun ternyata tidak dibarengi dengan tingkat pendidikan yang baik. Tingkat pendidikan kabupaten ciamis menurut ijazah tertinggi lebih di dominasi lulusan SD dengan persentasi 46,57 %. PDRB Ciamis mulai dari tahun 2015 diatas rata-rata Jawa Barat, terjadi pertumbuhan negatif pada masa covid sampai minus 0,14 kemudian pada tahun 2023 pertumbuhan ekonomi ada dikisaran 4,99.

Struktur PDRB Ciamis dalam konteks lapangan usaha banyak ditopang oleh sektor pertanian diangka 22,06 % diikuti dengan perdagangan dengan angka 20, 33 %. sedangkan dalam konteks pengeluaran lebih di dominasi konsumsi rumah tangga. Jadi kalau memakai rumus GDP dimana didalamnya terhimpun konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah dan net ekspor, Ciamis masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga. PR nya adalah bagaimana meningkatkan investasi dan membranding Ciamis agar banyak investor yang melirik, kemudian kita harus berfikir bagaimana meningkatkan jumlah wirausaha agar bisa meningkatkan sisi net ekspornya.

Penulis tidak jauh-jauh berbicara mengenai ekspor tetapi bagaimana cara nya meningkatkan jumlah wirausaha di Ciamis. Penulis mengusulkan Ciamis Clustering Economy, pemerintah harus merawat dan menumbuhkan kluster-kluster UMKM yang ada diberbagai wilayah di Ciamis seperti Kluster Tepung Aren, Kluster Tahu Bulat, Kluster Pengusaha Baja, Kluster pengusaha ayam baik pedaging maupun petelur, kluster makanan ringan, Kluster Pengusaha Kerupuk, Properti dan lain sebagainya. jadi sebenarnya Ciamis itu kota wirausaha karena banyak kluster-kluster wirausaha yang menghidupi banyak masyarakat atau warga Ciamis yang sudah bertahan lama bahkan turun temurun ke anak-anak keturunannya nya. 

Pemerintah dan berbagai kalangan tinggal bagaimana connecting the dots bersinergi berkolaborasi menumbuhkan kluster-kluster diatas bahkan membantu daerah-daerah yang belum punya produk unggulan atau belum memiliki kluster usaha. Kemudian karena ternyata tingkat pendidikan di kabupaten Ciamis berdasarkan data BPS mayoritasnya lulusan SD, kita harus berfikir bagaimana meningkatkan sumber daya manusia nya, Kami di Pesantren Raudhatul Irfan yang memiliki unit sekolah SMPIT dan SMAIT IQBS ikut tergugah dan berupaya menerima siswa dari berbagai kalangan termasuk kalangan yang tidak mampu dari sisi biaya, bahkan kami menyediakan kelas wirausaha agar mereka bisa menjadi santri yang tidak hanya Qurani juga mandiri secara ekonomi.

Banyak sekali ide dan gagasan yang dihadirkan untuk pertumbuhan ekonomi Ciamis dari mulai peternakan, pariwisata, properti dan lainnya, namun yang menarik ketika semua berbicara pertumbuhan ekonomi, akademisi dari SBM ITB membahas mengenai ada negara yang maju tapi ukurannya bukan pertumbuhan ekonomi tapi wellbeing, contohnya adalah New Zealand. Pendekatan Wellbeing adalah pendekatan yang ide nya berpusat pada kualitas hidup seseorang tidak bisa ditentukan dengan tolak ukur ekonomi semata namun yang dilihat adalah bagaimana kesehatan mental yang baik warganya, high life satisfaction, sense of meaning or purpose dan kemampuan mengelola stress, indeks nya kebahagiaan dan kualitas hidup bukan pada angka-angka ekonomi.

Penulis juga sepakat dengan Kang Yudia, akademisi SBM ITB yang mengutip pendapat Bruce Tuckman dimana ada lima tahapan dalam pembentukan sebuah Tim yaitu forming, storming, norming, performing dan adjourning. Ciamis Economic Forum itu masih ditahapan Forming yaitu tahap awal pembentukan tim yang dimulai dari tujuan yang jelas. Penulis berharap Ciamis Economic Forum ini bisa berlanjut ketahap performing dimana tim saling berkolaborasi satu sama lain sehingga Ciamis Economic Forum ini tidak hanya forum ide dan gagasan semata namun berlanjut sampai pada aksi nyata, tidak mudah memang namun sebagaimana pepatah A journey of a thousand miles begins with a single step and we did a very nice single step.


Pesantren Raudhatul Irfan Ciamis, 30 Mei 2024

Tidak ada komentar:

Posting Komentar