Belajar Membaca Masalah dan Mencari Solusi


Belajar Membaca Masalah dan Mencari Solusi

Penulis : Irfan Soleh


Karya Tulis Ilmiah (KTI) merupakan salah satu syarat kelulusan bagi siswa siswi SMAIT IRFANI Quranicpreneur Bilingual School Ciamis. Penelitian sederhana yang membahas solusi dari ragam masalah yang mereka ketahui. Durasi waktu penelitian mereka rata-rata tiga bulan dari mulai ide hingga tertuang menjadi tulisan. Dalam rentang waktu tersebut, mereka menjadi rajin mengunjungi perpustakaan dan lab komputer untuk membaca dan menulis. Banyak dari hasil penelitian mereka bisa menjadi bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan pada rapat Pimpinan baik Pesantren maupun Sekolah. tidak kurang dari 18 judul karya ilmiah yang disajikan namun kita akan bahas sebagian kecilnya saja dan berupaya melihat bagaimana para siswa siswi SMAIT IQBS membaca masalah dan mencari solusi.

Fadhilah Nur Aisyah menulis tentang Strategi Menumbuhkan Jiwa Wirausaha terhadap Gen Z (Studi pada siswa siswi SMPIT & SMAIT IQBS). Fadilah memaparkan beberapa kelebihan Gen Z diantaranya yaitu melek digital, kreatif & inovatif, menerima perbedaan dan mahir teknologi, namun ternyata kelebihan tersebut tidak lantas membuat jumlah wirausaha di Gen Z menjadi banyak dibuktikan dengan data statistik yang menyatakan mereka menempati posisi kelima. Penulis tertarik dengan bagaimana cara Fadilah melihat masalah dan kemudiana dari hasil wawancara nya ia mengajukan beberapa solusi diantaranya pembelajaran khusus tentang wirausaha, ekskul wirausaha, bazar sampai dengan praktek wirausaha untuk para siswa. Penelitian ini membuat kami berfikir dan mendapatkan masukan strategi meningkatkan jiwa dan jumlah wirausaha para santri.

Karya Ilmiah kedua yang penulis ingin bahas disini adalah Penelitian yang dilakukan oleh Zalfa Insani Hermaputri yang berjudul Faktor Penghambat dalam Penerapan Bahasa Asing pada Aktivitas Harian Santri Pesantren Raudhatul Irfan. Zalfa melihat faktor penghambatnya adalah kurangnya kedisiplinan para santri dalam menjalankan program bilingual atmosfir, kurangnya tenaga pengajar baik bahasa arab dan bahasa inggris. jujur penelitian ini membuat penulis yang sekaligus juga pimpinan baik pesantren maupun sekolah menjadi tahu apa yang harus kami perbaiki. penelitian Zalfa membuat kami sadar bahwa masih banyak yang harus dilakukan untuk menghidupkan bilingual atmosfir, kami memang sudah dan terus menerjemahkan kitab-kitab kuning kedalam bahasa inggris hanya saja jujur kami kesulitan mencari guru yang bisa kitab kuning dan mahir bahasa inggris.

Karya Ilmiah lainnya ada yang meneliti bagaimana cara meningkatkan literasi Qur'an, permasalahan make up dan skincare khususnya di santri putri, persepsi masyarakat sekitar pesantren terhadap pesantren, meneliti UMKM sekitar pesantren, meneliti Gizi Harian santri, meneliti tingkat baca buku dan kunjungan ke perpustakaan, meneliti kebijakan ekonomi dan bisnis pesantren, meneliti tentang strategi meningkatkan kelulusan pada berbagai metode yang dipelajari di Raudhatul Irfan, ada juga yang menulis tentang Uji Organoleptik Es cendol berbahan dasar tepung aren karena salah satu unit usaha pesantren Raudhatul Irfan itu di tepung aren, pengaruh pubertas, dan masih banyak lagi. Kesimpulannya adalah para siswa siswi SMAIT IQBS sudah bisa belajar mengenai bagaimana membaca masalah dan mencari solusinya kemudian mereka tuangkan kedalam tulisan karya ilmiah, jujur penulis bahagia dan bangga sama pencapaian mereka.


Pesantren Raudhatul Irfan, 23 Mei 2023

Tidak ada komentar:

Posting Komentar