" Cara Agar Istiqomah Menulis "


" Cara Agar Istiqomah Menulis "

Penulis : Irfan Soleh

Kemarin, Ahad 4 Desember 2022, saya menjadi salah satu narasumber dalam Penerimaan Anggota Serentak Forum Lingkar Pena ( PENTAS FLP) Jawa Barat. Tema yang diamanahkan oleh panitia pada saya adalah tentang dakwah bil Qolam, berdakwah melalui tulisan. banyak yang saya sampaikan diantaranya hadits Nabi yang menganjurkan kita menulis, contoh keistiqomahan para ulama dalam menulis dan lain sebagainya. bagaimana agar kita bisa mencontoh para ulama yang istiqomah dalam menulis?

Nabi SAW bersadba yang diriwayatkan oleh At Tabrani dan Hakim dari Abdulloh bin Amr yang artinya ikatlah ilmu dengan tulisan atau dalam redaksi lain yaitu Ilmu pengetahuan adalah laksana binatang buruan dan penulisan adalah tali pengikat buruan itu. Oleh sebab itu, ikatlah buruanmu dengan tali yang teguh. Mencari ilmu dalam islam itu dari mulai buaian sampai liang lahat sehingga seharusnya mengikat ilmu dengan tulisan pun sampai ajal datang. 

Muhammad Ibn Jarir Attabari, penulis kitab jami'ul bayan fitta'wilil Qur'an, dalam sehari menulis sebanyak 40 lembar dan kira-kira seumur hidupnya menulis 584.000 lembar. Para Ulama mencontohkan bahkan tidak hanya kuantitas tulisannya namun juga kualitasnya terbukti kita bisa mengenal beragam fan ilmu keislaman lewat buah karya kitab para ulama. Tulisan jadi sarana dakwah dan juga tentunya amal ibadah. 

bagaimana cara memulai menulis? Diantara caranya adalah luruskan niat kita sehingga aktifitas menulis betul-betul jadi amal ibadah, banyak baca dan mulailah menulis meskipun hanya satu paragraf. kemudian bagaimana cara kita mengatasi kebosanan dalam menulis atau dengan kata lain cara agar kita istiqomah dalam menulis? ketika meyakini menulis adalah ibadah maka kita bisa mencari cara bagaimana agar tidak bosan melakukan ibadah.

As-Syekh Abdulloh bin Alawi Al Haddad dalam kitab Risalah Mu'awanah menuliskan bahwa ketika timbul rasa malas dalam ketaatan dan cenderung untuk mengerjakan kemaksiatan, katakan pada nafsumu; " Hai Nafsu! Sesungguhnya Allah SWT selalu mendengarmu, melihatmu, dan mengetahui segala rahasia dan bisikanmu", jika ia belum menuruti nasihatmu maka peringatkan kepadanya akan dua malaikat yang selalu mencatat kebaikan dan kejelekan, jika masih belum bisa ingatkan akan kematian dan pahala yang besar bagi mereka yang taat dan menjauhi kemalasan.

Nasihat diatas bisa kita coba ketika kita malas menulis, ingatkan nafsu kita bahwa menulis itu wasilah dakwah dan amal ibadah, ingatkan akan kematian, ingatkan pahala yang besar dari tulisan kita yang dengan idzin Allah bisa jadi memotivasi orang lain melakukan ketaatan. Kalau kita lihat ibadah itu beragam ketika selesai sholat kita wiridan kemudian baca Qur'an, hikmah dari beragamnya amal ibadah salah satunya agar kita tidak bosan. menurut saya menulis dengan tema beragam pun bisa jadi mengobati rasa bosan. 

Pada akhirnya jangan terlalu banyak berteori, mulai saja menulis yang kita bisa, banyakin baca, tuliskan dari apa yang kita baca, jika bosan bisa pilih ragam tulisan yang lain dan selalu ingatkan bahwa Nabi sudah menganjurkan, Para Ulama sudah mencontohkan tinggal kita mencontoh dan mengistiqomahkannya, mulai dari sekarang yuk istiqomah baca tulis baca lagi dan tulis lagi, semoga menjadi wasilah ibadah, amin...


Pesantren Raudhatul Irfan, 5 Desember 2022

Kandungan Pokok Al Qur'an


" Kandungan Pokok Al Qur'an "

Penulis : Irfan Soleh

Menurut Prof Quraish Shihab ada 3 hal pokok kandungan al Quran, pertama tujuan kehadiran al Qur'an, kedua Cara al Qur'an mencapai tujuannya, dan ketiga bukti kebenaran al Qur'an bagi mereka yang ragu akan al Qur'an. Sementara menurut Imam Al Ghazali didalam kitab Jawahirul Qur'an menuliskan bahwa surat dan ayat al-Qur'an berisi tentang enam perkara; tiga perkara mendasar dan sangat penting dan tiga perkara lain bersifat pelengkap dan penyempurna. bagaimana rincian poin-poin yang dikemukakan oleh Prof Quraish Shihab dan Imam al Ghazali tentang kandungan Pokok Al Qur'an?

Kandungan Pokok Al Qur'an yang pertama menurut Prof Quraish Shihab adalah Tujuan kehadiran al Qur'an, ada tiga tujuannya yaitu pertama adalah akidah. banyak ayat-ayat al Qur'an yang berkaitan dengan akidah. tujuan yang kedua adalah syariah yaitu yang mengatur hubungan kita dengan Tuhan dan dengan manusia supaya kita melaksanakannya. Tujuan yang ketiga adalah akhlaq. banyak ayat al Qur'an yang berbicara tentang akhlaq. jadi Tujuan kehadiran al Quran yaitu percaya pada aqidahnya, melaksanakan syariatnya dan menghiasi diri dengan akhlaq.

Kandungan Pokok AL Qur'an yang kedua menurut Prof Quraish Shihab adalah cara agar sampai pada tujuan al Quran, ada 4 caranya yaitu; Pertama, Allah meminta kita memperhatikan alam raya contoh QS Yasin ayat 38. Kedua, berbicara tentang memahami manusia seperti QS al Qiyamah ayat 37-38. Ketiga, melalui Kisah-kisah dalam al qur'an baik kisah tentang perorangan maupun masyarakat agar kita bisa mengambil pelajaran dari kisah tersebut. Keempat, Allah memberi janji dan ancaman, banyak ayat-ayat al Qur'an tentang janji dan ancaman.

Kandungan Pokok Al Quran yang ketiga menurut Prof Quraish Shihab adalah bukti kebenaran Al Qur'an atau mu'jizat al Qur'an. Diantara beberapa mu'jizat al Quran yaitu Bahasanya, redaksinya begitu teliti dan seimbang, bukti kebenaran dari segi ilmiah, pemberitaan-pemberitaan ghoibnya, tentu masih banyak bukti kemu'jizatan al Qur'an yang lainnya. Sekarang mari kita bandingkan pendapat Prof Quraish Shihab dengan pendapat Imam Al Ghazali mengenai kandungan Pokok Al Qur'an.

Menurut Imam Al Ghazali surat dan ayat al Qur'an berisi tiga perkara mendasar dan sangat penting yaitu Pertama, Mengenal Allah Dzat yang diserukan. Kedua, mengenal jalan lurus yang harus ditempuh agar sampai kepada Dzat yang diserukan yaitu Allah SWT dan Ketiga, mengetahui keadaan setelah sampai kepada Allah SWT, Dzat yang diserukan. 

Kemudian ada 3 perkara pelengkap dan penyempurnanya yaitu, Pertama, mengenali keadaan orang-orang yang telah memenuhi seruan Allah. Kedua, mengisahkan keadaan orang-orang yang menolak seruan Allah. Ketiga, mengenal keramaian di persinggahan jalan menuju Dzat yang diserukan, mengetahui bagaimana cara mengambil bekal, memanfaatkan potensi, dan melakukan persiapan.

Kesimpulannya kalau kita bandingkan kedua pendapat mengenai Kandungan Pokok Al Qur'an baik menurut Prof Quraish Shihab maupun menurut Imam Al Ghazali di dalam kitab Jawahirul Qur'an nya, persamaannya adalah Rahasia, intisari, kandungan, dan tujuan tertinggi al Qur'an adalah mengajak kita sebagai hamba menuju Allah SWT baik lewat ayat-ayat mengenai Aqidah Syariah maupun akhlaqnya juga melalui mengenal Allah dan mengetahui jalan yang harus kita tempuh agar sampai kepada Allah SWT. 


Pesantren Raudhatul Irfan, 5 Desember 2022

Catatan Pengajian Tafsir QS Annisa Ayat 7



"Catatan Pengajian Tafsir QS Annisa Ayat 7"

Penulis : Irfan Soleh

Dahulu orang-orang jahiliyah tidak memberi hak waris kepada anak perempuan dan anak laki-laki yang masih kecil sebelum mencapai usia baligh. Suatu ketika, ada seorang laki-laki dari Anshar yang bernama Aus bin Tsabit meninggal dunia dengan meninggalkan dua anak perempuan dan satu anak laki-laki yang masih kecil. Lalu dua putra pamannya, Khalid dan Arfathah yang merupakan ahli waris ashabah datang dan mengambil semua harta pusaka milik Aus bin Tsabit. Kemudian Istri Aus bin Tsabit, Ummu Kuhlah datang menemui Rasululloh SAW dan menceritakan hal tersebut, sehingga turunlah SQ Annisa ayat 7. Apa pelajaran yang bisa kita ambil dari QS Annisa ayat 7 ini?

Pelajaran penting dari ayat ini adalah penetapan hak bagian waris bagi laki-laki dan perempuan, untuk menghapus dan membatalkan kebiasaan kaum jahiliah yang hanya memberi hak waris kepada laki-laki dewasa saja. Adapun perempuan dan anak-anak, mereka sama sekali tidak diberi hak mendapatkan warisan. sehingga menurut pendapat sebagian Ulama, Ar-Rijaal di dalam ayat ini adalah laki-laki secara mutlak baik laki-laki dewasa maupun laki-laki yang masih anak-anak. begitupun Annisa dalam ayat ini adalah perempuan secara umum baik perempuan dewasa maupun perempuan yang masih kecil.

Ketika ayat mimma qolla minhu turun, Rasululloh SAW mengutus seseorang kepada Suwaid dan Arfajah untuk memerintahkan kepada mereka berdua agar jangan membagi sedikitpun dari harta Aus, karena sesungguhnya Allah SWT telah memberi bagian kepada anak-anak perempuannya dari harta pusaka tersebut, namun Allah SWT belum menjelaskan secara terperinci berapa jumlah bagiannya. lalu turunlah ayat 11-13 Surat Annisa sehingga Istri Aus, Ummu Kujjah mendapat seperdelapan, anak-anak perempuannya dua pertiga sedangkan sisanya untuk mereka berdua.

Hak waris adalah hak yang bersifat tetap, baik harta pusaka yang banyak maupun sedikit. karena harta pusaka adalah hak bersama seluruh ahli waris, tidak ada istilah sebagian ahli waris memiliki kekhususan mendapatkan sesuatu tertentu dari harta pusaka yang ada. Ayat ini ditutup dengan Nasiban Mafrudho menjelaskan bahwa hak mendapat bagian warisan merupakan hak yang pasti dan telah ditentukan, tidak ada seorangpun yang boleh menguranginya. Dari ayat 7 kita bisa melihat bagaimana Islam merubah praktek yang dilakukan pada masa jahiliah secara bertahap dimulai dari ayat yang umum sampai ke ayat yang detail tertepinci di ayat-ayat selanjutnya.


Pesantren Raudhatul Irfan, 23 November 2022

Al Ikhtibar; Uji Kelayakan Pengelolaan Harta


" Al Ikhtibar; Uji Kelayakan Pengelolaan Harta "

Penulis : Irfan Soleh

Ayat kedua dan ketiga QS Annisa memerintahkan untuk memberi harta anak yatim serta larangan menikahinya kalau hanya karena kecantikan dan hartanya dengan tidak berlaku adil terhadap mereka. Kemudian di ayat keempat Allah SWT memerintahkan untuk memberi mas kawin yang merupakan hak istri, di ayat kelima larangan menyerahkan harta kepada orang safih, di ayat keenam ditegaskan bahwa larangan itu tidak terus menerus, harta anak yatim diserahkan ketika merek sudah layak menerimanya sehingga perlu dilakukan al ikhtibar atau Uji Kelayakan Pengelolaan Harta. Bagaimana Cara melakukan Uji Kelayakan tersebut ?

Asbabun Nuzul QS Annisa ayat 6 turun berkaitan dengan diri Tsabit bin Rifa'ah dan paman dari ayahnya. Rifa'ah meninggal dunia ketika Tsabit masih kecil, lalu paman Tsabit datang menemui Rasululloh SAW dan bertanya mengenai apa yang halal baginya dari harta anak yatim dan kapan beliau harus menyerahkannya kepada anak yatim (Tsabit). Kemudian turunlah ayat; " Dan Ujilah anak yatim itu sampai mereka mencapai pernikahan. Maka, jika kamu telah mengetahui adanya pada mereka Arrusydu (kemampuan mengelola harta dengan baik dan benar) maka serahkanlah kepada mereka harta-harta mereka".

Kapan Pengujian itu dilakukan? Menguji dan melatih anak-anak yatim agar bisa menjaga, mengelola dan menggunakan harta dengan baik dan benar sebelum harta mereka diserahkan kepada mereka itu dilakukan sebelum anak-anak yatim mencapai usia akil baligh menurut pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi'i sedangkan menurut Imam Malik dilakukan setelah mereka mencapai usia akil baligh.

Bagaimana Cara melakukan pengujiannya? menurut Prof Wahbah Zuhaili dalam Tafsir Tafsir Al Munir caranya adalah seorang wali melihat dan mengamati akhlaq dan prilaku anak yatim yang diasuhnya serta mendengarkan keinginan dan obsesi yang dimilikinya, sehingga si wali bisa mengetahui seberapa jauh kecerdasan dan kepandaian si anak. si wali bisa mencoba menyerahkan sebagian harta miliknya untuk di kelola, jika sudah mampu mengelola dan mengembangkannya maka si anak lulus uji kelayakan pengelolaan hartanya.

Prof Quraish Shihab dalam Tafsir al Misbah pun berpendapat sama yaitu cara pengujiannya dengan memberi mereka sedikit harta sebagai modal, jika mereka berhasil memelihara dan mengembangkannya, mereka dapat dinilai lulus dan wali berkewajiban menyerahkan harta milik mereka. Para Ulama sepakat bahwa ujian yang dimaksud adalah dalam soal pengelolaan harta sehingga kita beri judul dengan Uji Kelayakan Pengelolaan Harta. Uji Kelayakan ini ternyata biasa dilakukan dalam dunia Bisnis dan dikenal dengan istilah due diligence.

Area kerja due diligence itu meliputi berbagai aspek, salah satunya adalah keuangan. Uji kelayakan ini penting dilakukan untuk melihat performa keuangan seseorang atau sebuah bisnis. tentu dalam prosesnya akan dilihat kinerja laporan keuangannya, data hasil audit keuangannya, data keuangan terbaru, rencana pengeluaran, struktur capital, analisa profit margin, analisa penjualan dan lain sebagainya. Dalam konteks keuangan pribadi minimal yang kita harus analisa adalah arus kas nya, bagaimana ia mengelola pemasukan dan pengeluarannya hingga cara mengelola dan mengembangkan hartanya. 

QS Annisa ayat enam memang tidak hanya berbicara mengenai Uji Kelayakan Pengelolaan Harta pada anak yatim tetapi juga hukum memakan harta anak yatim dan penyerahan harta anak yatim yang harus disertai saksi. Uji Pengelolaan Harta menjadi penting dilakukan karna dalam ilmu fiqih misalnya dalam kitab Fathul Qorib kita mengenal istilah Hajru yaitu orang-orang yang dilarang melakukan transaksi dan salah satu yang dicegah atau dilarang bertashoruf adalah safih. Orang yang tidak punya kemampuan mengelola harta dengan baik dan benar tidak sah melakukan jual beli, hibah dan tasoruf tasoruf lainnya sehingga sekali lagi sangat penting bagi kita melakukan Uji Kelayakan Pengelolaan Harta.


Pesantren Raudhatul Irfan, 22 November 2022



Safih, Rusydu dan Manajemen Keuangan


Irfan Soleh


Pengajian Tafsir bersama para santri Pesantren Raudhatul Irfan tadi malam 20 November 2022 sampai pada QS Annisa ayat 5. Dalam ayat sebelumnya, Allah SWT memerintahkan untuk menyerahkan kepada anak-anak yatim harta mereka dan memerintahkan untuk memberi mahar kepada para istri. pada ayat 5 hingga ayat 6, Allah SWT memberi dua syarat yang mencakup dua hal sekaligus yaitu tidak adanya as safah / tidak terkategori safih dan menguji sikap juga kedewasaan anak-anak yatim demi menjaga harta mereka agar tidak musnah dan digunakan secara keliru. Apa yang dimaksud dengan Safiih? Haruskah kita mengajarkan manajemen keuangan agar kita terkategori Rusydu?


Makna Safiih menurut Tafsir Jalalain juga Tafsir Al Munir Prof Wahbah Zuhaili mirip yaitu orang yang menghambur-hamburkan hartanya yang menggunakan hartanya untuk hal-hal yang tidak semestinya dan tidak memiliki kedewasaan dan kecakapan didalam mengelola dan menggunakan uang dengan baik dan benar, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak. Sedangkan Rusyd menurut Tafsir Al Misbah makna dasarnya adalah ketepatan dan kelurusan jalan. dari sini lahir rusyd yang bagi manusia adalah kesempurnaan akal dan jiwa yang menjadikannya mampu bersikap dan  bertindak setepat mungkin. Imam Syafi'i mendefinisikan Rusydu sebagai baiknya keagamaan dan kecakapan di dalam menjaga dan mengelola harta.


Para ulama berbeda pendapat seputar kepada siapakah sebenarnya Pesan ayat QS Annisa ayat 5 ini ditujukan, pendapat pertama menyatakan bahwa ayat ini ditujukan kepada para wali (pengasuh) anak-anak yatim sedangkan menurut pendapat yang kedua mengenai larangan memberi harta bagi yang terkategori Safiih ditujukan kepada seluruh umat. Menurut Prof Wahbah Zuhaili didalam Tafsir al Munir ayat ini menjelaskan tentang beberapa hal diantaranya adalah larangan menyia-nyiakan harta, kewajiban menjaga, mengatur dan mengelolanya, karena Allah SWT menjadikan harta sebagai media untuk memperbaiki penghidupan dan menjadi sebab berjalannya urusan dengan baik.


Agar bisa mengelola keuangan dengan baik, penting bagi kita mempelajari manajemen keuangan. Manajemen keuangan adalah kegiatan perencanaan, pengelolaan, penyimpanan, serta pengendalian dana dan aset yang dimiliki oleh kita sebagai personal atau juga suatu perusahaan. Salah satu tujuan dari manajemen keuangan adalah menjaga arus kas jangan sampai pengeluaran lebih besar dari pemasukan apalagi terjadi pemborosan pada hal yang bukan semestinya kita gunakan sehingga didalam manajemen keuangan ada perencanaan keuangan (planning), pengalokasian dana (budgeting), evaluasi (controlling), pemeriksaan keuangan (auditing) dan pelaporan keuangan (reporting). Pentingnya mempelajari manajemen keuangan karena seseorang terkategori Rusydu ketika mempunyai kemampuan menjaga, mengelola dan mengatur harta dengan baik. 


Pesantren Raudhatul Irfan, 21 November 2022

Melanjutkan Kolaborasi dari Kota Jakarta Menuju Kita Indonesia





"Melanjutkan Kolaborasi dari Kota Jakarta Menuju Kita Indonesia"

Penulis : Irfan Soleh

Pada tanggal 20 November 2022, Pa Anis Baswedan silaturahmi ke Kabupaten Ciamis. Dalam kunjungan tersebut harapan kami Pa Anis Baswedan mensosialisasikan pemikiran, gagasan, dan karya nyatanya untuk menjadikan Indonesia maju Negaranya dan bahagia warganya. Kami juga berharap Pa Anis Baswedan menyerap ide, gagasan dan aspirasi dari warga Kabupaten Ciamis khususnya dari kalangan Santri dan Pesantren. Tulisan sederhana ini semoga menjadi aspirasi sebagai bekal bagi Pa Anis Ketika nanti diberi mandat memimpin Indonesia.

Salah satu kaidah yang terkenal dikalangan pesantren adalah al-muhafadhotu 'ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah, yakni 'Memelihara yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik'. Dari kaidah ini, kami berharap Pa Anis melakukan hal yang sama yaitu Ketika nanti memimpin Negeri ini agar melanjutkan kebijakan-kebijakan pemimpin sebelumnya yang baik dan menerapkan kebijakan-kebijakan baru yang lebih baik.

Melihat rekam jejak Pa Anis dalam memimpin Jakarta, ada satu ide dan gagasan yang harus dilanjutkan yaitu konsep kolaborasi dalam membangun kota Jakarta, sehingga judul dari tulisan ini melanjutkan kolaborasi dari Kota Jakarta menuju kita Indonesia menjadi sangat relevan karena membangun Negeri ini tentu mememrlukan dukungan dari semua elemen dan dan wadah penggerak yang mengedepankan seluruh elemen sebagai aktor utama melalui semangat kolaborasi harus kembali dihadirkan dalam ruang lingkup yang lebih besar yaitu kita Indonesia.

Pa Anis tentu harus melakukan pemetaan ragam masalah yang dihadapi oleh Indonesia, kemudian mencari beragam literatur dan keilmuan serta menerapkan metodologi yang pas agar tercipta ragam solusi bagi permasalahan kita sebagai bangsa. Namun kami yakin dan percaya dengan semangat kolaboroasi semuanya bisa terpecahkan, apalagi kalua kita berkaca pada dasar negara kita Pancasila, mentalitas kita sebagai bangsa jangan lepas dari Ketuhanan, Kemanusiaan dan Persatuan, sehingga keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia bukan hanya cita-cita dan impian kosong semata.

Besar harapan kami, Pa Anis bisa betul-betul melaksanakan isi UUD 45 Pasa 33 ayat 3 yaitu ‘Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Kami yakin, Pa Anis bisa membuat wadah penggerak semangat kolaborasi antara seluruh elemen Bangsa karena wadah kolaborasi tersebut bisa menginisiasi dan memacu gagasan serta solusi Bersama untuk menyelesaikan kompleksitas permasalahan Indonesia. Terakhir, semoga Ketika Pa Anis diberi mandat, betul-betul bisa mewujudkan visi maju negaranya dan bahagia warganya. Do’a kami dari Alumni Al-Hasan dan Civitas Pesantren Raudhatul Irfan selalu menyertai Pa Anis Baswedan. Semoga, Aamiin..

Inovasi Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

" Inovasi Pemberdayaan Ekonomi Pesantren "

Penulis : Irfan Soleh

Pada tanggal 19 November 2022, saya diundang pada acara Silaturahmi Nasional alumni Amtsilati Pusat untuk berbagi pengalaman mengenai Inovasi Pemberdayaan Ekonomi Pesantren. pada tulisan ini kita akan definisikan terlebih dahulu inovasi dan juga pemberdayaan ekonomi menurut para ahli, kemudian kita petakan pola pemberdayaan ekonomi pesantren dan diakhiri dengan pengalaman yang sudah dilakukan oleh Pesantren Raudhatul Irfan Ciamis.

Menurut Stephen Robbins, Inovasi adalah sebuah ide atau gagasan baru yang mana diterapkan guna memprakarsai dan memperbarui sebuah produk, proses, ataupun jasa yang telah ada sebelumnya. sementara dari segi kebahasaan, pemberdayaan merupakan terjemahan dari empowerment, sedang memberdayakan adalah terjemahan dari empower. Menurut Oxford English Dictionary, salah satu arti empower adalah to give ability to atau enable atau usaha untuk memberi kemampuan atau keperdayaan. Definisi Pemberdayaan Ekonomi Pesantren kita ambil dari definisi Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Menurut Ginanjar Kartasasmita (1996), hanya saja kita rubah konteks nya menjadi pesantren. sehingga definisinya menjadi upaya yang merupakan pengerahan sumberdaya untuk mengembangkan potensi ekonomi pesantren untuk meningkatkan produktivitas pesantren sehingga baik sumberdaya manusia maupun sumberdaya alam disekitar keberadaan pesantren dapat ditingkatkan produktivitasnya.

Menurut M. Murtadho dalam Jurnalnya yang berjudul Pesantren dan Pemberdayaan Ekonomi, terdapat 4 pola pemberdayaan ekonomi pesantren yaitu Pertama, usaha ekonomi yang berpusat pada kyai sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam mengembangkan pesantren misalnya kyai nya mempunyai beragam unit usaha. Kedua, usaha ekonomi pesantren untuk memperkuat biaya operasional pesantren contohnya pesantren memiliki unit usaha untuk memenuhi gaji guru dll. Ketiga, usaha ekonomi untuk santri dengan memberikan keterampilan dan kemampuan bagi santri agar kelak keterampilan itu dapat dimanfaatkan selepas keluar pesantren. Keempat, usaha ekonomi bagi para alumni dan bisa juga ditambah masyarakat sekitar pesantren.

Dari keempat pola pemberdayaan ekonomi diatas, Pesantren Raudhatul Irfan Ciamis sampai pada Tahun 2022 ini baru mengimplementasikan 3 poin yaitu pertama Kyainya memiliki unit usaha keluarga yang sudah berjalan puluhan tahun yaitu Perusahaan Tepung Aren dan Tepung Hunkwee. Kedua, unit usaha untuk membantu biaya operasional dan pembangunan pesantren yaitu Jamur Merang Ciamis, Toko Oleh-oleh Haji Varissa Collection, Mini Market Sri Mart, Loundry RI, Warung Koqu, Depot Air Minum, Percetakan, dan terakhir yang akan segera kami lounching adalah Klinik Irfani. Ketiga, Peningkatan Skill santri kami punya beberapa program diantaranya adalah Irfani Student Capacity Building dimana didalamnya kami mengajarkan beragam Teori Bisnis, Manajemen dan juga Wirausaha. Kami juga memperlihatkan kepada mereka unit usaha yang sukses dibidangnya dengan program Irfani Business Trip dan tentunya para santri diharuskan nyebur praktek langsung wirausaha kami membaginya kedalam kelompok-kelompok kecil dimana setiap hari minggu mereka akan melakukan selling competition. 

Inovasi apa yang kami lakukan? ada dua unit usaha yang cukup kental sisi inovasi nya yaitu Jamur Merang Ciamis dan Percetakan Buku Metode Irfani. pada unit usaha Jamur Merang kami melakukan inovasi dari sisi proses dimana biasanya media jamur merang itu dari merang padi, kami merubahnya dengan limbah aren. hal itu kami lakukan agar bisa ikut andil dalam upaya menyelesaikan permasalahan limbah penggilingan tepung aren. bahkan kami membuat konsep Integrated Farming dimana proses mendaur ulang limbahnya tidak berhenti menjadi media jamur merang namun juga sampai menjadi pupuk organik. dari pupuk tersebut kami mengembangkan beragam buah dan sayuran organik seperti pepaya california dan lain sebagainya.

Kemudian inovasi pada percetakan buku metode irfani. buku ini menerjemahkan kitab kuning kedalam bahasa sunda, indonesia dan bahasa inggris. sehingga faktor pembeda kitab kuning metode irfani dengan yang lainnya adalah bisa mengintegrasikan metode bandungan, sorogan dan pembelajaran bahasa asing dalam satu waktu. hal ini dilakukan karena sekolah kami SMPIT dan SMAIT IQBS merupakan sekolah Bilingual. sehingga pengintegrasian kitab kuning dengan bahasa asing menjadi sangat penting kami lakukan. masih banyak lagi inovasi pemberdayaan ekonomi yang Pesantren Raudhatul Irfan lakukan, beragam pola inovasi pemberdayaan ekonomi terus kami implementasikan dan PR kami kedepan adalah membuat program yang melibatkan alumni dan masyarakat, semuanya kami lakukan dalam rangka Ibadah dan memberi manfaat tidak hanya bagi internal pesantren tetapi juga bagi masyarakat luas, semoga...Amin...


Jepara, 19 November 2022