Milad Irfani dan Munajat Qurani


Milad Irfani dan Munajat Qurani

Penulis : Irfan Soleh


Tidak terasa usia perjalanan Pesantren Raudhatul Irfan sekarang sudah tujuh tahun. Kami menetapkan setiap tanggal 27 Rajab sebagai momen Milad, agar kami bisa melakukan muhasabah dan continous improvement untuk meluaskan kebermanfaatan. Pra Milad nya kami menyelenggarakan Irfani Annual Competition yang diikuti para pelajar tingkat SD/sederajat dan tingkat SMP/sederajat se-kabupaten Ciamis, sebuah perlombaan yang berkaitan dengan olah raga, bahasa inggris juga al Qur'an. Pada hari H milad nya kami isi dengan Khotmil Qur'an metode Qiroati, Wisuda Metode Amtsilati dan ragam penampilan kitab kuning metode Irfani. Semua kegiatan tidak lepas dari tujuan mencetak generasi entrepreneur Qur'ani (Quranicpreneur). Satu hal yang kami tambahkan pada acara tahun ini adalah Munajat Qurani, apa yang dimaksud munajat Qurani?

Munajat Qurani yang kami maksudkan disini adalah Kitab Munajat yang berisi aurod Qur'aniyah dan do'a-do'a dari al Qur'an. Kitab munajat ini disusun oleh KH. R. Syarif Rahmat yang pada Milad Irfani tahun ini beliau menjadi salah satu penceramah pada sesi tablig akbar. Mengapa munajat? jawabannya beliau tuliskan dalam sebuah buku yang berjudul mengapa kitab munajat. Menurut KH. Syarif Rahmat saat ini di tengah ummat Islam beredar berbagai kitab dan buku do'a. semua do'a itu sah sah saja dan baik diamalkan selama tidak terdapat penyimpangan di dalamnya. Namun demikian, sebaik-baik do'a adalah do'a yang terdapat di dalam al Qur'an. Beliau menuliskan dan memaparkan kurang lebih tujuh alasan.

Pertama, Kita berdo'a kepada Allah maka wajib mengikuti 'keinginan' Allah. Kedua, Para Nabi adalah manusia-manusia pilihan, banyak do'a para Nabi yang diabadikan al Qur'an. Ketiga, Nabi Muhammad SAW berdo'a sesuai tuntunan al Qur'an, hanya saja ada yang secara tekstual dan ada juga yang menggunakan bahasa beliau sendiri dengan mengacu pada tuntunan al Qur'an. Keempat, membaca do'a dari hadits rawan kesalahan dan berpotensi melahirkan banyak pertentangan. Kelima, al Qur'an adalah kalamulloh, tidak ada satu ucapan pun yang lebih benar, baik dan indah melebihi firman Allah. Keenam, al Qur'an merupakan sumber utama kaum muslimin dalam beragama. Ketujuh, mengikuti amaliyah Nabi Muhammad SAW, Rasulullah SAW senantiasa mengamalkan tuntunan Allah sebagaimana disampaikan dalam al Qur'an.

Munajat Qur'ani merupakan do'a terbaik karena do'a-do'a itu berdasarkan urutannya sebagai berikut. Pertama, yang terdapat didalam al Qur'an, Kedua, yang terdapat didalam al Qur'an namun ada penambahan atau pengurangan dari Rasulullah SAW. Ketiga, yang dibaca oleh Nabi Muhammad SAW sebagai penafsiran al Qur'an. Keempat, yang dibaca oleh Nabi Muhammad SAW berdasarkan redaksinya sendiri. Kelima, yang berdasarkan al Qur'an kemudian dibahasakan oleh para Ulama. do'a yang terdapat di dalam al Qur'an menempati urutan pertama sehingga tidak ada do'a lebih baik dari do'a-do'a yang terdapat di dalam al Qur'an. Munajat Qur'ani menjadi sangat pas untuk diamalkan oleh santri Pesantren Raudhatul Irfan. kami membiasakan para santri membaca shalawat qur'aniyyah, tawasul bil qur'an, shalawat dan do'a hifdzil Qur'an. Mudah-mudahan kami juga bisa istiqomah mengamalkan munajat Qur'ani, momen milad Irfani tahun 2024 ini menjadi sangat spesial karena semua santri juga jama'ah yang hadir akan mendapatkan ijazah Munajat Qur'ani dari Mushonif nya langsung.


Pesantren Raudhatul Irfan, 8 Februari 2024/ 27 Rajab 1445 H


 Akhlaq Santri Selama Liburan

Penulis : Irfan Soleh


Liburan santri selama dua minggu dari 23 Desember 2023 sampai 7 Januari 2024 telah usai. Seluruh santri telah kembali lagi ke Pesantren. Momen awal masuk para santri diharuskan mempresentasikan kegiatan positif apa saja yang dilakukan selama di rumah dan orang tua juga mempresentasikan tentang akhlaq putra putrinya selama libur di rumah. Semua nya dicatat oleh wali kelas dan akan menjadi catatan muhasabah civitas pesantren untuk terus melakukan perbaikan dan ikhtiar menjadikan peserta didik yang beriman, bertaqwa dan berakhlaq mulia. Saya sebagai pengasuh pesantren betul-betul membaca catatan dari masing-masing siswa agar mengetahui sejauh mana para santri mengamalkan akhlaqul karimah selama di rumah. Bagaimana hasil nya?


Rata-rata para santri menulis di kolom aktifitas positif dengan ragam kegiatan ibadah seperti berjamaah, baca qur'an, wiridan atau mutaba'ah yaumiyah yang memang aktifitas tersebut merupakan aktifitas yang terus dibiasakan di pesantren. Banyak juga yang mengisinya dengan membantu orang tua, beberapa ada yang menulis membantu menjaga warung, membantu menjaga toko dan bahkan ada yang membantu orang tuanya membangun rumah. Bagi santri kelas tujuh, ada yang kegiatan liburannya menghafal metode qiroati dan mengikuti kajian online dengan guru-guru qiroati karena memang setelah liburan mereka akan melaksanakan tes di tingkat koordinator kecamatan (Korcam). 


Informasi yang cukup membahagiakan juga ketika para santri di rumahnya diisi dengan mengajarkan Al - Qur'an pada adiknya, membantu mengasuh adik hingga membantu memasak di dapur. Akhlaq yang bagus juga diperlihatkan oleh beberapa santri dengan bersilaturahmi ke Guru ngaji dikampungnya, silaturahmi ke saudara, dan bagi siswa kelas 12, fragmen liburannya dipakai untuk mencari informasi tentang kampus untuk melanjutkan kuliah. Ada juga yang mengisi liburannya dengan membaca novel dan beragam buku bacaan lainnya. Alhamdulillah banyak kegiatan positif yang para santri lakukan meskipun masih ada beberapa yang sibuk dengan gadget nya dan banyak istirahat alias tidurnya 


Kami pun bertanya pada orang tua mengenai akhlaq putra putri mereka, ada yang menjawab dengan jawaban yang positif dimana putra putri mereka lebih dewasa, lebih bertanggung jawab, lebih mandiri bahkan beberapa ada yang sering mengingatkan sholat tepat waktu pada orang tuanya. Ada juga jawaban wali santri yang masih belum melihat perubahan yang positif pada akhlaq putra putrinya seperti masih harus terus mengingatkan untuk berjamaah ke mesjid, masih harus mengingatkan agar jangan terlalu sering main hp dan lain sebagainya. Kami sebagai pendidik berupaya mendengarkan berbagai laporan dari orang tua dan itu semua menjadi pengingat bagi kami agar terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan menjembatani agar para siswa bisa menjadi siswa yang beriman, bertaqwa dan berakhlaq mulia dimanapun berada, semoga...


Pesantren Raudhatul Irfan Ciamis, 9 Januari 2024

Risa, Jiwa dan Cinta


Risa, Jiwa dan Cinta

Penulisan : Irfan Soleh


Satu Januari selalu menjadi momen bermakna bukan karena hingar pergantian tahun namun karena bertepatan dengan milangkala Risa, istri tercinta. Hadiahnya berupa tulisan tentang jiwa juga cinta perspektif Ibnu Sina. Dua judul buku yang membahas jiwa yaitu Ragam kondisi jiwa; kekekalan dan tempat kembalinya dan tiga risalah jiwa, yang tidak boleh terlewatkan juga buku tentang teologi cinta nya Ibnu Sina. Semoga hadiah ini bisa membuat kita mengenal jiwa karena Ulama Tasawuf berkata siapa saja yang mengenal jiwanya, ia mengenal Tuhannya dan siapa saja yang tidak mampu mengenal jiwanya, ia tak akan mampu mengenal penciptanya, Hal ini senada dengan Firman-Nya yaitu "Janganlah kamu seperti orang-orang yang melupakan Allah sehingga Dia menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri" (QS Al Hasyr ; 19)

Menurut Ibnu Sina, Jiwa merupakan jauhar atau substansi yang bukan materi dan bukan pula menempel pada materi lain. Jauhar itu berwujud ruhaniyah yang bersemayam dalam tubuh dan dapat mengendalikan tubuh secara langsung. jiwa menjadi sebab hidup dan juga penggerak dan pengendali tubuh. jiwa terdiri dari tiga macam yaitu jiwa nabati (an-nafs an-nabatiyah), jiwa hewani (an-nafs al-hayawaniyah), dan jiwa insani/malaki (an-nafs insaniyah/al malakiyah). Jiwa nabati adalah kesempurnaan (figur) awal bagi benda alami yang hidup, tumbuh dan berkembang. Jiwa hewani adalah kesempurnaan awal bagi benda alami yang hidup dan mengetahui hal-hal yang kecil dan bergerak dengan irodah (kehendak). sedangkan jiwa insani adalah kesempurnaan awal bagi benda yang hidup dan melakukan perbuatan berlandaskan potensi akal dan fikiran serta mengetahui hal-hal yang bersifat umum. Menurut Ibnu Sina jiwa insani inilah yang dinamakan ruh

Menurut Ibnu Sina, jiwa manusia ada tiga sebagaimana diisyaratkan dalam QS al waqiah ayat 7-11 yaitu Pertama, orang-orang yang sempurna dalam ilmu dan amal, dalam ayat 10-11 QS al waqiah disebut sebagai orang-orang yang paling dahulu beriman dan yang didekatkan kepada Allah. mereka berada di tingkat paling tinggi di taman-taman surga. mereka bergabung dengan alam akal dan melebihi derajat kotoran materi dan jiwa-jiwa makhluq astronomis, meski makhluk-makhluk itu tampak besar. Kedua, golongan kanan (ayat 8) yakni orang yang berada di tingkat menengah, naik ke alam alterasi , terkoneksi dengan jiwa-jiwa makhluk astronomis, terhindar dari kotoran material alam anasir dan menyaksikan surga yang telah diciptakan Allah. Ketiga, golongan kiri (ayat 9) adalah golongan paling rendah, tenggelam dalam lautan kehinaan alam materi, terjerembab kedalam jurang unsur dan selalu sial di negeri kebinasaan

Dalam kitab Risalah fi Mahiyyah al-’Ishq, Ibnu Sina secara spesifik membahas tentang teologi cinta. Ibnu Sina mengatakan bahwa tidak ada satupun makhluk yang ada di semesta ini yang tidak diliputi oleh cinta, bahkan benda tak bernyawa sekalipun. Hal tersebut sebab pada dasarnya cinta berasal dari hadiah Tuhan yang Ibnu Sina menamainya al-Khair wa al-Kamal al-Mutlaq. Ibnu Sina menjelaskan bahwa semesta ini tercipta karena cinta. begitupun kita tercipta karena cinta. Dalam momen milangkala Risa ini, saya berharap aku, kamu dan kita semua bisa betul-betul mengenali konsepsi jiwa, sehingga harapannya cinta kita bisa membawa kita pada golongan kanan yang mendapat keberuntungan dan cinta kita karena dibingkai ibadah bisa menyampaikan kita pada Sang Maha Cinta


Kado Ulang Tahun Risalatussaadah yang ke 28, Maaf karena hadiahnya hanya berupa tulisan bukan intan berlian, Senin 1 Januari 2024, pukul 01.45.

Quranicpreneur Model


Quranicpreneur Model

Penulis : Irfan Soleh


Quranicpreneur Model adalah model kurikulum yang diterapkan di SMPIT & SMAIT IRFANI Quranicpreneur Bilingual School (IQBS). Model ini dibuat pada tanggal 7 November Tahun 2022. Model Quranicpreneur berbentuk seperti bangunan dimana nilai-nilai I.R.F.A.N.I sebagai fondasi, kemudian terdapat empat pilar yang menopang atapnya yaitu Qur'an dan Hadits sebagai pilar pertama, Kitab Kuning atau Kitab Karya Para Ulama untuk memahami al Qur'an sebagai Pilar kedua, Bahasa Asing sebagai pilar ketiga, dan Entrepreneurship sebagai pilar keempat. Atapnya adalah tujuan dari model Quranicpreneur yaitu mencetak Quranicpreneur yaitu entrepreneur yang bisa membaca al Qur'an dengan baik dan benar, entrepreneur yang bisa memahami Al Qur'an dan entrepreneur yang bisa mengamalkan nilai-nilai al Qur'an

Fondasinya terdiri dari nilai-nilai I.R.F.A.N.I. IRFANI adalah singkatan dimana I nya adalah Iman Islam Ihsan as a pillar, Banyak ayat al Qur'an yang membahas tentang Iman Islam dan Ihsan namun kami memilih QS Al Hujurot ayat 14, QS Al Baqarah ayat 195 dan QS An Nahl ayat 90. R nya adalah Rasulullah as a role model, dalil Qur'an yang kami pilih adalah QS al Ahzab ayat 21. F nya adalah Fikr and Dzikr as a tool, dalil Qur'an yang kami pilih adalah QS Ali Imron ayat 190-194. A nya adalah Amal Sholeh as a proof, dalilnya QS An Nahl ayat 97. N nya adalah Nasrunminalloh asking Allah's help to achieve the above values, dalilnya QS Ali Imron ayat 126. I nya ilahi anta maqshudi wa ridhaka mathlubi as our purpose, dalilnya QS Az Zumar ayat 2

Pilar pertama dari model Quranicpreneur adalah Qur'an Hadits. Para santri Pesantren Raudhatul Irfan dididik pertama kali agar bisa membaca (tilawah) al Qur'an dengan baik dan benar, indikatornya adalah para santri menyelesaikan metode Qiroati. Kemudian untuk memahami (tafhim) Qur'an nya tentu harus mempelajari Hadits dan juga masuk pada pilar kedua yaitu kitab-kitab karya para ulama atau di pesantren sering diistilahkan sebagai kitab kuning. Mengutip pendapat Imam Al Ghazali dalam kitab Jawahirul Qur'an ada beberapa fan ilmu yang harus dipelajari untuk bisa memahami al Quran diantaranya fan ilmu nahwu, fiqih, tauhid, tasawuf dan lain sebagainya. Setelah tilawah dan tafhim, dilanjutkan dengan tathbiqul Qur'an, mengamalkan atau mengaplikasikan nilai-nilai al Qur'an yang sudah dibaca dan difahami, indikatornya dengan mengamalkan ayat-ayat Qur'an yang menjadi landasan atau dalil nilai-nilai Irfani

Pilar ketiga yaitu bahasa asing. kami memasukan bahasa asing terutama bahasa arab dan inggris karena bahasa arab merupakan bahasa al Qur'an dan bahasa inggris merupakan bahasa pergaulan dunia sehingga nantinya para santri bisa membaca berbagai literatur baik literatur timur maupun literatur barat untuk memperkaya wawasan juga metodologi. dakwah para santri juga bisa lebih luas ketika menguasai bahasa asing. Upaya yang kami lakukan agar atmosfir bilingual tercipta adalah dengan menggunakan buku cambridge di sekolah dan menerjemahkan kitab kuning kedalam bahasa Inggris yang kami namakan sebagai kitab kuning metode Irfani. Sehingga baik disekolah maupun dipesantren, Para santri akan selalu bersentuhan dengan bahasa Asing. ditambah jam-jam khusus juga jam tambahan pelajaran Toefl maupun Toafl khususnya bagi kelas 9 dan kelas 12. Tes TOEFL dan TOAFL tersebut bisa dijadikan indikator ketercapaian pembelajaran bahasa Asing baik bahasa Inggris maupun Bahasa Arab

Pilar keempat adalah Entrepreneurship. Kami mendefinisikan entrepreneur sebagai seseorang yang bisa menciptakan value added atau nilai tambah atau manfaat sehingga elemen dari variabel entrepreneurship ini terdiri dari empat hal yaitu kreatifitas, inovasi, manfaat dan ibadah. Kami mengambil dalil kreatifitas dari QS Yusuf ayat 47-49, dalil quran untuk inovasi dari QS Saba ayat 11, dalil Quran untuk manfaat dari QS Az Zukhruf ayat 32, dalil Qur'an untuk ibadah adalah QS Adz Dzariyat ayat 56. Kami juga menyiapkan tempat praktek wirausaha untuk para santri belajar diantaranya adalah Laboratorium Pertanian Irfani ( Irfani Agricultural Laboratory, pada lab ini para santri bisa belajar mengenai Farming for waste integrated solution, kami membagi tempat praktek wirausaha santri kedalam tiga kategori yaitu kategori sektor riil, sektor keuangan dan sektor ZISWAF. Semuanya baik fondasi maupun keempat pilar diatas untuk mencetak Quranicpreneur atau Entrepreneur Qurani.


Menjelang Tahun Baru, 31 Desember 2023

Khitanan dan Pendidikan


Khitanan dan Pendidikan

Penulis : Irfan Soleh


Saya diundang memberikan ceramah di acara Walimatul Khitan. Saya langsung teringat dengan salah satu buku karya Dr Abdullah Nasih Ulwan yang berjudul Tarbiyatul Aulad fil Islam. Buku tersebut membahas banyak hal mengenai tata cara yang lengkap dan benar tentang pendidikan anak dalam Islam dari mulai rumah tangga yang ideal, perasaan psikologis orang tua terhadap anak, hukum-hukum umum yang berkaitan dengan anak yang baru lahir, faktor-faktor penyebab penyimpangan anak dan cara mengatasinya hingga tanggung jawab para pendidik. Tulisan ini berupaya membahas sedikit tentang khitan dan rangkuman mengenai tanggung jawab pendidikan

Khitan secara bahasa maknanya adalah memotong qulfah (kulit) yang terdapat pada kepala atau ujung kelamin. Ada yang berpendapat khitan itu sunnah seperti Imam Hasan al Bashri, Imam Abu Hanifah dan sebagian dari madzhab hanabilah, namun ada juga yang berpendapat khitan itu wajib seperti Imam Malik, Imam Syafi'i dan Imam Ahmad. hikmah khitan dari sudut pandang syariat adalah fitrah yang utama, syiar islam, dan simbol syariat sementara dari sudut pandang kesehatan bisa menjaga kesehatan dan memelihara ummat dari berbagai penyakit, khitan juga merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT, membentuk hati menuju ketauhidan dan keimanan

Dr Fakhruddin Faiz ketika membahas Filsafat Pendidikan Dr Abdullah Nasih Ulwan menyatakan bahwa tujuan pendidikan umum itu untuk membekali manusia untuk kehidupannya di dunia dan sekaligus mempersiapkan manusia untuk kehidupan setelah manusia meninggal secara formatif, normatif, selektif, determinatif, integratif, aplikatif. Sedangkan secara khusus, tujuan pendidikan itu membentuk anak yang benar imannya, bermoral dan berakhlak mulia, terampil dan sehat jasmaninya, tajam intelektualnya, bersih jiwa nya, dan cerdas sosialnya. Dr Abdullah Nashih Ulwan menyatakan bahwa tanggung jawa para pendidik itu berupa pengajaran, bimbingan dan pendidikan

Dr Abdullah Nashih Ulwan membahas tujuh tanggung jawab pendidikan, dari mulai tanggung jawab pendidikan keimanan, akhlak, jasmani, akal, psikologis, sosial dan pendidikan seks. Dasar-dasar kejiwaan yang harus ditanamkan pada anak adalah ketaqwaan, persaudaraan, kasih sayang, mendahulukan orang lain, pemaaf dan pemberani. Intinya seorang pendidik, baik itu seorang guru, ayah, ibu maupun tokoh masyarakat harus berupaya membentuk individu yang penuh dengan kepribadian dan keistimewaan, membentuk keluarga yang sholih dan masyarakat ideal. Semoga kita semua bisa menjadi orang tua sekaligus pendidik yang benar-benar bertanggung jawab.


Pesantren Raudhatul Irfan, 30 Desember 2023

Jamiaki, Tasawuf dan Filsafat Naturalisme


Jamiaki, Tasawuf dan Filsafat Naturalisme

Penulis : Irfan Soleh


Destinasi liburan akhir tahun 2023 sebagian guru-guru IQBS adalah Puncak Jamiaki. Salah satu wisata dengan ketinggian 1020 Meter diatas permukaan laut di desa Medanglayang, kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis. Kami berangkat kompoi menggunakan motor dari Pesantren Raudhatul Irfan ba'da dzuhur sekitar jam setengah dua kemudian sampai di pos pertama setengah tiga sore. Tidak hanya sebatas rekreasi, kami mengajak guru-guru ke camping di puncak jamiaki tetapi kami ingin memperkenalkan tujuan pendidikan Raudhatul Irfan yang mengutip imam Al Ghazali dalam kitab Jawahirul Qur'an dimana tujuan dari Quran adalah mengajak hamba menuju Allah SWT. Gathering ke puncak jamiaki mengajarkan konsep Tasawuf dengan membaca alam raya untuk sampai kepada-Nya juga sedikit memperkenalkan konsep Filsafat Naturalisme, seperti apa kaitannya?

Kami menunggu sholat asar sebelum kami berjalan kaki mendaki sampai ke 1020 mdpl, awalnya cuma disuguhi gerimis, namun ketika kami mendaki selama 10 menit hujan semakin besar, membuat kami semua cukup kesulitan ketika track perjalanan tanah jalan setapak. karena membawa ibu-ibu dan bapak-bapak yang belum punya pengalaman mendaki, perjalanan kami tempuh selama hampir satu jam berjalan kaki. Cape, dingin, pegel namun sejujurnya kami semua sangat menikmati pendakian tersebut. banyak pelajaran yang kami dapatkan dari mulai kegigihan, kebersamaan, kekompakan, sifat pantang menyerah dan yang paling penting adalah belajar melawan hawa nafsu belajar mujahadah melawan berbagai macam tantangan dan rintangan 

Sampai di Puncak jamiaki dengan badan basah kuyup, kami semua mulai dengan pembagian tenda, bersih-bersih dan shalat magrib berjamaah. Hujan pun reda, akhirnya kami bisa berjamaah ditengah-tengah pohon pinus dengan pemandangan lampu-lampu rumah daerah Ciamis yang tampak indah sekali. Ucapan subhanalloh dengan kekaguman akan kuasa dan ke Maha Besaran Allah betul-betul terasa karena kami merasakan keindahan alam yang luar biasa. Kami tidak hanya melihat indahnya Alam dan pemandangan dari atas puncak tetapi kami merasakan betapa Agung nya Allah SWT. Kami mencoba memahami Alam sebagai realitas spiritual yang tidak akan lepas dari yang sakral. Relasi manusia, alam dan Tuhan ditinjau dari perspektif Tasawuf membuat insya Allah bisa membuat kita lebih dekat pada-Nya. berdzikir dengan keindahan alam dalam syahdu indahnya malam, sungguh nikmat luar biasa

Tujuan dari pendidikan Raudhatul Irfan adalah mengajak seluruh civitas Raudhatul Irfan kepada Allah SWT. pesan itupun kami sampaikan dengan mengajak merasakan keindahan alam karya Sang Pencipta. Selepas shalat magrib dan rutinitas dzikir, kami lanjutkan dengan kultum yang membahas dua macam filsafat pendidikan yaitu natulralisme dan idealisme. Menurut Fakhrudin Faiz filsafat idealisme ciri-cirinya adalah mind is a center of reality, teacher centered, guru sebagai instruktur, tujuannya self-formation, perkembangannya guided development, kurikulumnya penekanannya pada ilmu, metode nya lecturing atau guiding sementara filsafat naturalisme ciri-cirinya adalah nature is a center of reality, child centered, guru itu behind the scene, tujuannya self realization, perkembangannya autonomous development, kurikulumnya penekanan pada karakter, dan metode nya learning by doing.

Naturalisme itu fokus pada alam, membaur dengan alam. Rabindranat Tagore mengungkapkan bahwa ungkapan diri Tuhan melalui alam lebih terasa daripada melalui institusi buatan manusia. Oleh karena itu menurut beliau pendidikan anak harus dalam lingkungan alam sehingga ia dapat mengembangkan cinta untuk segala sesuatu di sekitarnya. Metode mengajarnya pun salah satunya adalah Teaching by Traveling. tidak hanya di dalam kelas tetapi dengan traveling bersentuhan langsung dengan alam. Fokusnya pada anak dan guru hanya sebatas mengarahkan dibelakang layar. Harapannya dengan acara ke puncak Jamiaki ini sedikit mengenalkan kepada Guru-guru IQBS tentang filsafat naturalisme yang menekankan learning by doing, jadi kami istilahkan sebagai learning by traveling, learning by camping and learning by gathering.


Pesantren Raudhatul Irfan Ciamis, 26 Desember 2023