Pesantren Raudhatul Irfan Ciamis, SMPIT - SMAIT Irfani Quranicpreneur Bilingual School

Karakter Yahudi Perspektif QS An Nisa ayat 153


Karakter Yahudi Perspektif QS An-Nisa ayat 153

Penulis : Irfan Soleh


Setelah dua minggu meninggalkan pesantren karena melaksanakan ibadah umroh, kami mulai kembali pengajian Tafsir ba'da magrib sampai isya. Ayat yang dibahas adalah QS An Nisa ayat 153. Allah SWT berfirman yang artinya Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata: "Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata". Maka mereka disambar petir karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami maafkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata. Apa asbabun nuzul ayat tersebut? bagaimana tafsir ayatnya?

Sebab turunnya QS An Nisa ayat 153 menurut Ibnu Jarir At Thobari dari Muhammad bin ka'ab al Qurazhi adalah ada sejumlah orang yahudi datang menemui Rasululloh SAW lalu berkata, sesungguhnya Musa datang kepada kami dengan membawa al alwaah (kepingan-kepingan bertuliskan wahyu) dari sisi Allah. oleh karena itu coba kamu datangkan kepada kami al alwaah sehingga kami membenarkan dan mempercayaimu. Lalu Allah SWT menurunkan ayat yasalunaka ahlul kitab (QS An Nisa ayat 153) hingga buhtanan adzima (QS An Nisa ayat 156). Menurut Prof Wahbah Zuhaili dalam Tafsir al Munir, QS An Nisa ayat 153 menunjukan bahwa moralitas, tingkah laku dan karakter kaum yahudi adalah kasar, keras, sulit diatur dan aneh.

Orang yahudi, menurut Tafsir al munir,  tidak mau tunduk kepada kebenaran, tetapi selalu membantah dan mendebat, melakukan berbagai manuver untuk menghindar dari kebenaran dengan meminta hal-hal aneh dan macam-macam dengan dilatarbelakangi oleh motif ingin memojokan, tidak percaya, pembangkangan, melakukan manuver dan ta'annut ( mempersulit dan menciptakan kondisi terpojok). dengan sikap ta'annut tersebut, mereka meminta kepada Rasulullah SAW supaya diturunkan sebuah kitab dari langit secara langsung yang bertuliskan "kepada si fulan dan si fulan" yang menguatkan apa yang beliau klaim dan membenarkan apa yang beliau ucapkan sebagaimana kitab yang dibawa oleh Nabi Musa. mereka juga pernah meminta kepada Nabi Musa supaya ia memperlihatkan Allah SWT kepada mereka secara nyata dan kasat mata 

Hukuman yang ditimpakan kepada mereka atas permintaan mereka yang tidak lain hanya ta'annut adalah turunnya ash-shoiqoh (halilintar/petir) yang mematikan mereka, kemudian Allah SWT menghidupkan mereka kembali, hal ini dijelaskan dalam QS al Baqarah ayat 55-56. setelah mereka dihidupkan kembali, mereka justru mengambil anak sapi sebagai sesembahan padahal mereka telah menyaksikan bayyinat (mu'jizat atau bukti-bukti) yang diperlihatkan oleh Nabi Musa. kisah bani israil yang mengambil anak sapi sebagai sesembahan diabadikan juga dalam QS al a'raf ayat 152 dan QS Thaha ayat 88. ketika Nabi Musa kembali, mereka pun bertaubat dengan cara sebagian mereka membunuh sebagian yang lain sebagaimana diabadikan dalam QS al Baqarah ayat 54 dan Allah SWT pun memberikan kepada Nabi Musa kekuasaan yang nyata serta bukti yang terang dan kuat.


Pesantren Raudhatul Irfan, 22 November 2023

Tidak ada komentar:

Posting Komentar