Pesantren Raudhatul Irfan Ciamis, SMPIT - SMAIT Irfani Quranicpreneur Bilingual School

Dari Pierre Lotti Hingga Abu Ayyub al Anshari


Dari Pierre Lotti Hingga Abu Ayyub al Anshari

Penulis : Irfan Soleh


Setibanya di Bandara, mushola lah yang pertama kami cari, karena kami merasakan malam yang sangat panjang dengan penambahan waktu malam kurang lebih empat jam. kalau di Indonesia sudah siang, di Istanbul masih subuh jadi masih sempat untuk sholat subuh. selepas subuh kami mencari bagasi, jaraknya lumayan jauh kemudian kami dijemput bis lengkap bersama tour leader asli orang turki berdarah jerman yang bisa berbahasa Indonesia. Destinasi pertama educational and spiritual journey kami di Turki adalah mengunjungi bukit Pierre Lotti dan ziarah ke makam sahabat Nabi Abu Ayyub al Anshari. seperti apa kisah perjalanannya?

Jarak dari bandara ke pusat kota istanbul kurang lebih satu jam, tour leader kami, Mr Erkan, menyebutkan bandara yang kami singgahi, Istanbul Grand Airport, merupakan bandara baru yang cukup jauh ke pusat kota tidak seperti bandara Istanbul Ataturk yang berada di pusat kota. ditengah perjalanan kami dikagetkan dengan peristiwa dimana tiba-tiba semua mobil mendadak berhenti dan orang-orang keluar mobil dan berdiri mematung disamping mobilnya, kami lihat hampir semua mobil baik didepan mau dibelakang bis kami serempak berdiri mematung ternyata hal itu dilakukan karena bertepatan dengan hari kematian kemal attaruk 

Akhirnya kami sampai ke Pierre Lotti, sebuah bukit yang berlokasi di kota lama istanbul yang bernama eyup. kita harus naik pakai teleferik atau cable car alias kereta gantung kemudian naik beberapa tangga lagi. pemandangan dari atas sangat indah sekali, kita bisa melihat selat kecil berbentuk tanduk yang menjadi bagian dari selat bosphorus yang dinamakan Golden Horn. namun bagi saya sejarahnya lebih indah dimana nama asli pierre loti adalah louis marie julien viaud (1850-1923). Beliau berprofesi sebagai tentara namun terkenalnya sebagai penulis novel. jadi menurut tour leader kami, tempat tersebut adalah tempat dimana ia sering menulis juga menyimpan kenangan kisah cintanya bersama gadis Turki Aziyade

Tidak jauh dari Pierre Lotti, kami turun kembali kebawah dan berjalan kaki menuju mesjid dan juga makam sahabat Nabi yaitu Abu Ayyub al Anshari. Rumah Abu Ayyub al Anshari dipilih oleh Nabi Muhammad SAW sebagai tempat tinggal sementara selama kurang lebih tujuh bulan. Kematian Abu Ayyub al-Anshari terjadi pada saat Pengepungan Konstantinopel di masa pemerintahan Mu'awiyah bin Abu Sufyan, Seorang Mujahid pahlawan perang konstantinopel. Semboyan yang selalu diulang-ulang oleh Abu Ayyub al Anshari, baik malam ataupun siang, dengan suara keras atau perlahan adalah firman Allah SWT, "Berjuanglah kalian, baik di waktu lapang, maupun waktu sempit..." (QS At-Taubah: 41).

karena bertepatan dengan shalat jumat jadi kami tidak bisa berlama-lama namun terlihat banyak sekali yang berziarah ada yang berdo'a diluar bangunan makam ada yang masuk kedalam, Alhamdulillah rombongan Irfani Global Travel bisa masuk tepat sebelum pintunya dikunci karena akan melaksanakan shalat jumat. wisata sejarah bagi saya selalu menyuguhkan motivasi dan inspirasi. Pierre Lotti menyuguhkan bagaimana menulis bisa membuatnya abadi dan Kisah perjuangan jihad fi sabilillah Abu Ayyub Al Anshori tentu sangat menginspirasi. Kemudian kami berangkat ke Hotel, merebahkan badan yang lelah meski sejujurnya terobati dengan pengalaman wisata sejarah.


Retaj Royal Istanbul Hotel, 12 November 2023

Tidak ada komentar:

Posting Komentar