Pesantren Raudhatul Irfan Ciamis, SMPIT - SMAIT Irfani Quranicpreneur Bilingual School

Suluk Sunyi Sang Kyai


Suluk Sunyi Sang Kyai

Penulis : Irfan Soleh


Pada malam keakraban satu abad Sukahideng, KH Ii Abdul Basit Wahab menyampaikan beberapa hal diantaranya mengenai Ekpresi kegembiraan yang dikorelasikan dengan QS Yunus ayat 58, Malam keakraban harus diikuti dengan hati yang bersih jangan sampai dengan hati yang kotor dan pesan yang di wasiatkan turun temurun dari pendiri Sukahideng yaitu " Urang teh henteu gede, ulah ngarasa gede, jeung ulah nga gede-gede karep" artinya Kita tidak besar, jangan merasa besar, dan jangan dibesar-besarkan. Tulisan ini berupaya memahami pesan-pesan diatas terutama pesan ketiga dari perspektif Kitab Tanbihul Mughtarin  

Salah satu gambaran akhlaq Salaf Sholih menurut Syaikh Abdul Wahab Asy-Sya'rani dalam Kitab Tanbihul Mughtarin adalah Akhlaq mereka sangat ikhlas dalam beramal dan sangat takut ilmu dan amalnya ternodai Riya. Sufyan al-Tsauri Rohimahullohu Ta'ala berkata; " Jarang sekali orang berilmu yang halaqoh belajarnya besar kecuali ia ditembus oleh kesombongan diri nya (maksudnya jarang orang alim yang selamat dari riya, jika halaqah kajiannya telah besar). Al-Hasan Bashriy pernah lewat kepada Thowus Rohimahullah Ta'ala yang sedang mendiktekan hadits di Mesjid al-Haram pada halaqah yang besar, lalu al-Hasan Bashriy mendekatinya, dan berbisik pada telinga nya: " Jika hatimu membuatmu bangga (karena halaqah yang besar ini), maka hengkanglah dari majlis ini! lalu Thawus berdiri seketika itu juga"

Ibrahim bin Adham pernah melewati halaqah Bisyriy al-Hafiy Rohimahullohu Ta'ala, lalu ia merasa riskan atas Bisyriy Al Hafiy karena besar halaqahnya, lalu ia berkata: "seandainya halaqah ini dialami oleh seseorang dari kalangan sahabat, maka sahabatpun tidak akan merasa aman atas dirinya dari rasa ujub". Sufyan Al-Tsauriy rahimahullohu Ta'ala tidak pernah membiarkan seorang pun belajar kepadanya kecuali sekitar 3 orang, lalu ia lengah pada suatu hari, sehingga ia melihat halaqahnya telah menjadi besar, maka ia berdiri dengan terkejut, dan berkata: " kami dijebak demi Allah, dan kami tidak menyadari". Demi Allah jika Amirul Mukminin Umar r.a. menemukan orang sepertiku, sambil duduk di majlis ini, maka sungguh ia (Umar) akan menyuruh orang seperti aku itu berdiri dan berkata padanya: " orang sepertimu tidak pantas untuk mendapatkan semua itu" (maksudnya duduk dan berbicara dalam halaqah yang besar)

Pesan Para Kyai Sukahideng bahwa kita tidak besar, jangan merasa besar dan jangan di besar-besarkan merupakan bentuk pengajaran yang langsung di praktekan tentang kehati-hatian, ke khawatiran ketika santri semakin banyak, alumni semakin banyak khawatir terjangkit penyakit ujub riya dan takabbur. Sungguh ungkapan " urang teu gede, ulah ngarasa gede, jeung ulah di gede-gede keun" betul-betul mengajarkan kami para alumni sukahideng agar betul-betul memahami dan mengamalkan keikhlasan. Bahkan ketika kami bersilaturahmi ke salah satu dewan guru, beliau mengatakan bahwa acara satu abad sukahideng tidak mengundang pejabat. lagi-lagi hal ini mengajarkan akan keikhlasan karena al-Fudail bin Iyadh Rahimahullohu Ta'ala berkata: " jika kalian melihat orang berilmu atau ahli ibadah yang gembira disebut-sebut kesholehannya di hadapan para penguasa dan anak dunia, maka ketahuilah bahwa orang itu adalah orang yang riya (suka sensasi)

Maka tidak heran pesan KH Ii Abdul Basith Wahab kepada para alumni sukahideng agar betul-betul menjaga hati. mengikuti acara satu abad sukahideng harus diikuti dengan hati yang bersih jangan sampai dengan hati yang kotor karena hati yang bersih, hati yang sehat, hati yang damai akan menimbulkan sikap yang baik. Hati yang bersih yaitu hati yang tidak terjangkiti kotoran penyakit hati. Kalaupun kita mau mengekspresikan kebahagiaan itu semata-mata karena Anugrah dan Rahmat Allah SWT. Al-Fudail bin Iyadh Rahimahullohu Ta'ala pernah berkata: " Beramal karena manusia itu adalah riya, sedangkan tidak beramal karena manusia itu adalah syirik, ikhlas itu adalah Allah memurnikan dari keduanya". Semoga kita semua mengikuti Suluk yang di amalkan oleh Guru-guru kita, suluk yang di contohkan para Ulama Salaf Sholih, yaitu ikhlas dalam beramal semata-mata karena Allah SWT, semoga...Amin...


Pesantren Raudhatul Irfan Ciamis, 2 Januari 2023

Tidak ada komentar:

Posting Komentar