Pesantren Raudhatul Irfan Ciamis, SMPIT - SMAIT Irfani Quranicpreneur Bilingual School

Dari Ikatan Keluarga hingga Jaringan Para Ulama Tatar Sunda

 

Dari Ikatan Keluarga hingga Jaringan Para Ulama Tatar Sunda

Penulis : Irfan Soleh

3 Desember 2021, menjadi salah satu momen bersejarah bagi Gus Zamzam Manarul Hidayat, Putra Bungsu Pengasuh Pesantren Al Hasan karena pada hari ini ada kunjungan balasan dari calon mempelai yang belum lama ini telah dilangsungkan acara Khitbah. Bagi saya pribadi momen ini pun menjadi bersejarah karena di sela-sela acara saya mendapatkan ilmu tentang sejarah para ulama dan juga sejarah bagaimana antar pesantren tidak hanya diikat oleh jejaring keilmuan namun juga jejaring kasih sayang yang berujung ke Pelaminan. Kenapa momen ini menjadi bersejarah tidak hanya bagi Pesantren Al Hasan tetapi juga Pesantren Raudhatul Irfan Ciamis ?

Melalui Jalur Al Hasan, Pesantren Raudhatul Irfan menjadi punya hubungan kekeluargaan dengan Pesantren Kandang Sapi Cianjur,  Pesantren Bantar Gedang Tasikmalaya, Pesantren Sukamiskin Bandung, Pesantren Minhajul Falah Rajadesa dan hari ini dengan Pesantren Pasir Batang. Tentu Hubungan keluarga ini bisa semakin mempererat hubungan kepesantrenan-nya. Kemudian tidak hanya itu pada acara kunjungan balasan ini saya mendapatkan ilmu sejarah yang luar biasa dari KH Miftah Fauzi yang membahas bagaimana ikatan kekeluargaan antar pesantren bisa memperkuat bahkan bisa melahirkan pesantren-pesantren baru seperti beberapa pesantren di Jawa Timur

KH Miftah Fauzi yang hadir dari rombongan KH Miftah Farid Pasir Batang menyarankan saya untuk membaca buku-buku sejarah khususnya yang ditulis oleh Prof. Dr. Hj. Nina H Lubis, M,S dan Prof Mansur Suryanegara dan bahkan beliau menyarankan saya membaca buku sejarah Sukapura karena ternyata menurut beliau jejaring Para Ulama Jawa Barat Khususnya akan bermuara pada para ulama Sukapura. Meskipun bidang kajian saya bukan sejarah hanya karena saat ini saya sedang mengkhatamkan beberapa novel dan buku sejarah para ulama tasikmalaya dan tatar sunda pada umumnya akhirnya rasa penasaran saya muncul untuk mencari tau siapa Prof Nina yang disebutkan KH Miftah Fauzi

Hasil googling dengan kata kunci Prof Nina sejarah para ulama tatar sunda munculah tulisan Sejarah Perkembangan Islam di Jawa Barat dimana Prof. Dr. Nina H Lubis, M.S. sebagai ketua tim penulisnya. Beliau mengawali prakata nya dengan ungkapan yang sering dikatakan orang bahwa "Sunda itu Islam dan Islam itu Sunda" sehingga menarik untuk mengungkap bagaimana Islam masuk ke Wilayah Tatar Sunda, bagaimana penyebarannya dan jejak apa yang ditinggalkan oleh para penyebar islam. Ternyata, pada tulisan ini pun disebutkan bahwa Kaum Ulama ditatar sunda memiliki jaringan yang erat satu sama lainnya baik dilihat dari hubungan keilmuan guru dan murid maupun hubungan keluarga yaitu melalui perkawinan antar putra putri para ulama. Akhirnya semoga ikatan keluarga antar putra putri para kyai saat ini pun bisa semakin menguatkan dakwah islam di tatar sunda pada khususnya, semoga...Amin...

Pesantren Raudhatul Irfan, 3 Desember 2021

Tidak ada komentar:

Posting Komentar