Madinah dan Mutaba'ah Yaumiyah


Madinah dan Mutaba'ah Yaumiyah

Penulis : Irfan Soleh


Selepas dari Turki, kami berangkat menuju Madinah al Munawwaroh. Dalam perjalanan, ayahanda mertua mengingatkan terkait apa saja yang harus dipersiapkan untuk di Madinah termasuk target-target Ibadah selama disana jangan sampai kita terlena dengan kegiatan non ibadah. Doa yang dibaca ketika masuk madinah diantaranya adalah Ya Allah, negeri ini adalah tanah haram Rasul-Mu Muhammad SAW, maka jadikanlah penjaga bagiku dari neraka, aman dari siksa dan buruknya hisab (perhitungan dihari kemudian).  Kemudian apa saja mutaba'ah yaumiyah yang bisa kita lakukan selama di Madinah?

Pertama, Shalat berjamaah di Mesjid Nabawi. Salah satu hadits keutamaan shalat di Mesjid Nabawi adalah "Dari Jabir RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Melakukan shalat satu kali di masjidku ini lebih utama dari shalat seribu kali di tempat lain, kecuali Masjidil Haram. Dan melakukan shalat satu kali di Masjidil Haram lebih utama dari pada melakukan shalat seratus ribu kali di tempat lainnya." (Musnad Ahmad bin Hanbal). Ini berarti satu kali shalat fardhu di Masjid Nabawi lebih baik dari shalat fardhu yang kita lakukan dalam dua ratus hari di Masjid yang lain, kecuali Masjidil Haram. Sehingga yang datang ke Madinah jangan sampai melewatkan kesempatan mendapatkan pahala yang besar tersebut

Hadits lain yang lebih spesifik di Mesjid Nabawi adalah "Dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah SAW bersabda, barangsiapa shalat di masjidku ini (masjid Nabawi) selama empat puluh kali berturut-turut, maka dicatat baginya kebebasan dari neraka, selamat dari adzab, serta terbebas dari kemunafikan." (Musnad Ahmad bin Hanbal). Dengan demikian, melaksanakan Jama'ah Shalat Arba'in di Masjid Nabawi adalah termasuk ibadah yang sangat mulia karena sangat banyak pahala dan keuntungan lainnya. Apalagi kalau kita bisa shalat di Raudhah, Syaikh Abdullah bin Jibrin rahimahullah menjelaskan bahwa shalat di raudhah memberikan banyak pahala, seakan-akan seseorang sedang duduk di surga yang indah.

Kedua, Kami membuat target baca al Quran. Kami bagi perjamaah sekian juz sehingga bisa  mengkhatamkan al Quran selama di Madinah. Banyak hadits tentang keutamaan membaca al Quran diantaranya adalah Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul dalam salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid), untuk membaca Alquran dan mempelajarinya, kecuali akan diturunkan kepada mereka ketenangan, dan mereka dilingkupi rahmat Allah, para malaikat akan mengelilingi mereka dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk-Nya yang berada didekat-Nya (para malaikat).” (HR Muslim) 

Ketiga, Dzikir, shalawat dan Jiyaroh. Dzikir bada sholat tentu jangan ditinggalkan. Setelah cape baca Quran juga bisa dilanjutkan dengan dzikir baik jahr maupun khofi juga memperbanyak membaca shalawat. hadits tentang keutamaan berdzikir diantaranya adalah Dari ‘Abdullah bin Busr, ia berkata, “Ada dua orang Arab (badui) mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lantas salah satu dari mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, manusia bagaimanakah yang baik?” “Yang panjang umurnya dan baik amalannya,” jawab beliau. Salah satunya lagi bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya syari’at Islam amat banyak. Perintahkanlah padaku suatu amalan yang bisa kubergantung padanya.” “Hendaklah lisanmu selalu basah untuk berdzikir pada Allah,” jawab beliau. (HR. Ahmad 4: 188, sanad shahih kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth). Intinya selama di Madinah juga di Mekah kita perbanyak apa yang kami istilahkan di Pesantren Raudhatul Irfan sebagai Mutabaah Yaumiyah.


Hotel le Meridien Mekkah, 16 November 2023

Tidak ada komentar:

Posting Komentar